Berjalan Bersama Ramadhan (I)

0
472

Sudah menjadi hal yang wajar bahwa bulan suci Ramadhan memiliki berbagai macam keistimewaan, dimulai dari terkurungnya Iblis pengganggu ke laut terdalam, sehingga hanya ada kemungkinan kecil bagi para hamba Allah SWT. melakukan kemaksiatan. Kemudian didukung dengan terbuka lebarnya pintu rahmat Allah SWT. dan teranugrahkannya secara murah motivasi-motivasi untuk menjalankan ibadah taqorruban lillah. Begitu juga berbagai macam keistimewaan lain yang tidak kalah hebat. Hal-hal tersebut akan menjadi overreward jika diburu di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, karena banyak macam support telah disediakan, yang mencakup bidang pendidikan, wadhifah dan syi’ar.

Memandang keistimewaan bulan Ramadhan, kegiatan pendidikan di PP. Assalafi Al Fithrah juga tidak kalah istimewa. Dengan menimbang berbagai aspek pendukung pendidikan yang ada, bulan Ramadhan ini dikhususkan untuk memperdalam kutubut turrast – yakni mengkaji kitab-kitab kuning -. Hal ini sesuai dengan mega proyek pendidikan yang sedang digarap saat ini, yakni memadukan Sistem Pendidikan Konvensional yang telah berjalan dengan sistem salaf yang ada dalam tradisi pesantren. Menurut keterangan yang disampaikan oleh Kepala PP. Assalafi Al Fithrah, Ustd. Muhammad Musyaffa’ M. Fil, bahwa dengan adanya sistem pendidikan diniyah formal saat ini menuntut adanya tambahan kajian kitab kuning. Sistem Pendidikan ini menggunakan Rasio Pendidikan Agama 70% dan umum 30% sama persis dengan ketetapan Hadrotus Syaikh Achmad Asrori Al Ishaqy ra. Begitu juga dengan adanya ketidak efektifan kondisi, yakni waktu yang terjepit antara 2 waktu liburan, akan menyebabkan tidak maksimalnya KBM yang akan dilaksanakan, sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Kepala PP. Assalafi Al Fithrah, Ustd. Ilyas Rohman S. Ud.

Kategori kitab-kitab yang dikaji menyesuaikan dengan tingkatan unit masing-masing. Seperti halnya kajian kitab kuning yang ada di Ma’had Aly yang difokuskan pada obyek tassawuf, dengan mengkaji kitab karangan beliau ra. sendiri “Al Muntakhobat” dan juga kitab-kitab tassawuf lainnya. Menimbang dengan kesiapan dan kematangan mental dan pengetahuan yang dimiliki, karena memandang telah sampainya mereka pada kelas yang tertinggi. Untuk unit-unit yang lainnya, seperti PDF Ulya, Wustho dan yang lainnya juga disesuaiakan dengan kesiapan unit masing-masing.

Hal yang tidak kalah penting, yakni kegiatan wadhifah juga telah diatur dengan sangat rapi untuk mendukung adanya ibadah-ibadah yang bertujuan Taqorrub Lillah. Seperti Salat tasbih & hajat ,salat Tarawih, Dzikir Fida’, dan yang tidak kalah penting yaitu salat berjama’ah lima waktu. Bahkan menurut beberapa sumber, Hadrotus Syaikh sendiri yang menyusun kegiatan-kegiatan wadhifah, terkhusus di bulan Ramadhan. Beliau menata dengan rapi bagaimana salat Tarawih diselangi dengan beberapa qosidah untuk mencegah kejenuhan, yang mana disisi lain juga bertujuan untuk bermuwajahah kepada Allah SWT. Kemudian disusul dengan dzikir Fida’ sebelum melaksanakan salat tasbih & hajat. Beliau telah merancang segala hal sehingga para jama’ah dan santri dapat menikm ati dengan penuh kehidmatan. Adapun untuk kegiatan lain pada bulan Ramadhan yang ditujukan untuk para santri telah dipercayakan kepada asatid/h. Semua kegiatan yang telah disusun beliau untuk murid-muridnya bertujuan untuk mendidik jiwa dan sikap yang bertanggung jawab kepada Allah SWT. dan Rasul-Nya, serta terhadap para guru mursyid.

Suatu hal yang menarik adalah keinginan murid-murid untuk menunaikan kegiatan-kegiatan tersebut sungguh bersih dari unsur-unsur paksaan dari pihak manapun, dengan kata lain segalanya dilaksanakan atas kehendak dan kemauan sendiri. Mengingat waktu malam adalah waktu yang biasa digunakan untuk istirahat malah harus diisi dengan ibadah yang tidak berjumlah sedikit. Bagian kewadhifahan baik putra ataupun putri juga mengakui hal tersebut, tingkat kerajinan santri putra dan santri putri untuk beribadah pada malam hari memang meningkat pesat, meskipun juga dapat diakui tingkat kerajinan untuk beribadah pada selain malam hari mengalami sedikit penurunan. Hal ini diperkirakan disebabkan oleh beberapa faktor eksternal juga faktor internal, diantara faktor internalnya adalah kurangnya stamina yang tidak terisi ulang sebagaimana hari biasa, rasa lelah dan letih yang disebabkan padatnya schedule, baik dari bidang pendidikan ataupun wadhifah. Sebab kegiatan yang ada pada bulan Ramadhan memang diakui lebih banyak daripada kegiatan pada hari-hari biasa. Akan tetapi banyaknya kegiatan yang ada malah mengakibatkan kita lupa akan rasa lapar dan dahaga meski tetap saja rasa lelah dan letih masih ada. Adapun salah satu faktor eksternalnya adalah termotivasinya sifat malas dari satu teman yang menular terhadap teman yang lain, lebih-lebih mayoritas kegiatan yang ada di PP. Assalafi Al Fithrah ini dikerjakan bersama sama dengan teman, sehingga apa yang terjadi terhadap teman akan sangat berpengaruh, begitu pula sebaliknya.

Syi’ar juga masih tetap berjalan dengan lancar meski bulan suci Ramadhan ini sudah sesak akan berbagai macam kegiatan. Hal ini dibuktikan dengan adanya acara Ahad Awal, acara ini tetap berlangsung dengan hidmat. Acara ini berlangsung pada tanggal 2 Ramadhan. Meski hujan deras sempat mengguyur tempat berlangsungnya acara tersebut, seluruh jama’ah tetap kokoh ingin mengikuti acara rutin tersebut. Bukan hanya para jama’ah, santri santri juga ikut berjuang suaya dapat mengikuti keberlangsungan acara. Sehingga dalam keadaan apapun kegiatan syi’ar akan tetap berlangsung.

Dengan demikian beruntunglah orang orang yang diberi kesempatan untuk menghabiskan masa di bulan Ramadhan di PP. Assalafi Al Fithrah ini, sebab apa yang menjadi keistimewaan bulan suci ini akan menjadi lebih lengkap dan berkualitas. Lebih lebih santri putra dan santri putri, tanpa mereka sadari banyak hal yang telah mereka tunaikan untuk memenuhi keistimewaan-keistimewaan yang ada di bulan suci Ramadhan. Namun hal itu baru saja mencapai setengah dari awal perjalanan untuk menghabiskan bulan suci ini, dan untuk setengah perjalanan akhir sangatlah bergantung pada bagaimana mereka menghabiskan hari hari liburan mereka. Semoga apa yang telah diperoleh akan membantu mensukseskan apa yang akan diperoleh selanjutnya. Amin.

*Nur Safitri

Penulis adalah lulusan terbaik, MA Muadalah Al Fithrah TP 2016-2017

Komentar Facebook

comments

LEAVE A REPLY