Majlis Maulidurrasul SAW 1438 H.

2
1344

Pagi semuanya sama, apa yang kamu lakukan dan bersama siapa di pagi itu yang membuatnya berbeda.

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya kembali menjadi medan magnet di acara yang istiqomah setiap tahun dilaksanakan untuk menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Acara yang dilaksanakan setiap ahad ke dua di bulan Rabi’ul Awal, tidak hanya dihadiri oleh jama’ah dari Surabaya, dan Jawa Timur, sejak Sabtu malam, rombongan jama’ah dari luar kota dan provinsi sudah hadir dan menempati maktab yang sudah disediakan.

Tepat pukul tujuh pagi acara ini dimulai dengan tawassul oleh Habib Abdullah bin Umar al Hadar (Surabaya), dilanjutkan oleh KH. Najib Zamzami (Kediri). Berturut-turut setelah itu, pembacaan Istighotsah yang dipimpin oleh K. Anwari (Grobogan ), khotmil Qur’an oleh Ust. Imaduddin, doa khotmil Qur`an oleh  K. Ashari (Semarang ), tahlil & talqin oleh  KH. Munir Abdullah (Ngroto), dan doa tahlil oleh Habib Ahmad bin Zain Al Kaff (Surabaya).

Pembacaan Maulidurrasul dimulai dengan qasidah oleh Habib Umar bin Abdullah Assegaff (bangil) , disambung Habib Musthofa al Jufri (Surabaya), Habib Salim Baharun (Gresik), diringi para santri Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, dan ditutup dengan do’a oleh Habib Abdullah bin Umar al Hadar.

Acara dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah oleh Habib Ali Hadad al Habsyi (Sidoarjo). Dalam mauidhohnya beliau berpesan agar kita meneledani akhlaq Nabi Muhammad SAW, yang cenderung mengedepankan kasih sayang dalam berda’wah. Beliau juga mengajak para jama’ah yang hadir untuk meneladani Hadrotusy Syaikh KH. Achmad Asrori al Ishaqy ra, yang telah mewarikan kegiatan yang mulia, yakni rutinitas mengenang kelahiran junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Beliau juga menyatakan kekagumannya pada Yai, yang dalam hidupnya mengedepankan kesantunan, tidak pernah “menyenggol” golongan kanan dan kiri, apalagi agama-agama di luar Islam. Beliau, bersama jama’ah Al Khidmah, melebur ke semua lapisan masyarakat, mengajak mereka bersama-sama berdzikir kepada Allah SWT dan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Di penghujung mauidhoh beliau mendo’akn para Habaib dan Kyai yang hadir agar diberi umur panjang, agar senantiasa bisa menghadiri dan mebimbing jama’ah di setiap kegiatan yang diselanggrakan, beliau juga mendo’akan para jama’ah agar senantiasa bisa istiqomah, menjaga apa-apa yang baik yang telah diwariskan oleh Hadhrotusy Syaikh.

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penarikah khidmah untuk Haul Akbar Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, yang akan dilaksanakan pada ahad pertama bulan Sya’ban. Panitia berkeliling membawa surban dan kardus untuk menjemput khidmah para jama’ah.

Shalawat fi Hubbi dan do’a dibacakan Ust. Wahdi Alawy dan KH. Musyafak (Kendal), menemani panitia pengumpul khidmah menghitung khidmah para jama’ah. Hingga tulisan ini dibuat, telah terkumpul sekitar 99 juta rupiah, dan sebuah anting-anting emas.

Pembacaan qasidah qabul oleh Habib Umar bin Abdullah Assegaff dan do’a fatihah oleh KH. Hilmi Ahmad Basyaiban, menandai hamper purnanya acara pagi itu. Sebagaimana pada acara bulan maulid sejak Hadrotusy Syaikh masih hidup, para habaib dan kyai yang berada di depan, melempar buah ke para jama’ah, dan bagi jama’ah – yang membawa lima macam buah (belimbing, manggis, apel, jeruk dan pisang) dari rumah yang diletakkan dalam cobek – saling menukar bawaanya.

Menurut Ust. Abdur Rosyid dalam akun facebooknya, acara ini menempati kepadatan ketiga, dalam agenda rutin kegiatan yang diselenggarakan di Al Fithrah Surabaya. Dua acara teratas adalah Haul Akbar, Shalat Malam 27 Ramadhan. Pada tahun ini, terlihat ada penambahan tenda yang dipasang oleh panitia yang terdiri dari prngurus pondok, jama’ah Al Khidmah Surabaya dan warga. Namun, tenda-tenda itu tetap diluar kapasitas, melalui pantauan kami dari foto-foto para jama’ah di media social, dipenuhi oleh jama’ah. Bahkan hingga pertengahan acara, masih terlihat para jama’ah baru memasuki lokasi pondok pesantren Assalafi Al Fithrah dengan kondisi kepadatan yang cukup rapat. Kurang lebih 1800 talam disediakan oleh kantin Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, untuk menjamu para jama’ah, walau masih jauh dari cukup.

Semoga kita dipertemukan dengan bulan maulid tahun-tahun akan datang, dan pada beliau yang kita sholawati kita akan dikumpulkan. Amin…

 

 

Komentar Facebook

comments

2 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum, mohon maaf sebelumnya, saya cuman ngasih saran, alangkah baiknya jika artikel artikel selanjutnya dikasih pembukaan dengan Salaam dan penutup juga Salaam, terima kasih dan mohon maaf…

    • Wa’alaikum salam. Setahu kami artikel tidak didahului dengan salam tadz, kami belum menemukan literatur artikel baik yang bernuansa islami maupun umum yang didahului salam. Tulisan yang didahuli salam biasanya berupa surat, atau komentar seperti yang jenengan berikan ini. Kalau jenengan ada contoh artikel yang didahului salam mungkin bisa berbagi dengan kami. Barangkali karena keterbatasan pengetahuan kami, kami tidak tahu. Wassalamu ‘alaikum.

LEAVE A REPLY