Senin, 20 juni 2016 menjadi hari yang bersejarah bagi para santri kelas XII Madrasah Aliyah Al Fithrah yang telah menjadi angan angan selama 3 tahun menjalani proses belajar di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Sebuah ketentuan LULUS atau TIDAK LULUS merupakan suatu takdir yang seharusnya di terima dengan hati yang sangat lapang. Terkadang apa yang telah menjadi harapan kita yang sudah kita pupuk dan rawat dengan sebaik mungkin agar terwujud menjadi sebuah kenyataan tak jarang juga tidak sesuai dengan jalan takdir yang telah Allah  SWT gariskan pada kehidupan kita.

Tepat pukul 08.00 hingga 11.00 bertempat di auditorium  Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah proses penyerahan Surat Keterangan Lulus (SKL)  bagi para santri Madrasah Aliyah Al Fitrah yang telah berada di jenjang terakhir. Kegiatan ini telah menjadi suatu rutinitas di tiap akhir tahun pelajaran. Para santri putra maupun putri Madrasah Aliyah kelas XII  hadir dengan penuh kesemangatan yang menggebu dengan didasari rasa ingin tahu yang sangat besar akan ‘hasil’ usaha yang telah mereka lakukan selama 3  tahun sudah ini. Agar tak terjadi kerusuhan yang tak diinginkan, pihak yang bersangkutan memasang penghalang atau biasa di sebut SEKAT antara santri putra dan putri yang berkumpul dalam satu ruangan pendopo tersebut. Turut hadir memenuhi acara bersejarah tersebut, para Asatid serta jajaran kepengurusan Madrasah Aliyah Al Fithrah yang sangat berperan dalam proses belajar mengajar Madrasah Aliyah Al Fithrah yakni Ust. Ahmad Yasin selaku kepala sekolah, Ust. Nanang Rusdiyanto selaku Wakasis , Ust. Jami’an selaku Wakakur, Ust. Kasroni, Ust. Khudori, serta Ust. Sholeh yang berkenan membuka dan menutup dengan do’a.

Setelah mengadakan rapat kelulusan pada hari Senin 6 Juni 2016 tepat 2 minggu pra penyerahan SKL. Para pengajar serta kepengurusan memutuskan santri yang sudah di pandang telah memenuhi persyaratan kelulusan agar di beri kewenangan untuk melanjutkatkan ke jenjang berikutnya sesuai apa yang mereka harapkan dan juga telah sepakat memberi kesempatan kepada para santri yang di pandang masih belum mampu untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya jika di beri wewenang untuk lulus.

Mengenai persyaratan kelulusan Madrasah Aliyah Al Fithrah tahun 2016 ini, ada beberapa kriteria yang harus sangat di perhatikan. Ust. Jami’an selaku Wakakur telah menyebutkan bahwasannya seluruh persyaratan tersebut harus dipenuhi tanpa ada yang tersisa sedikit pun yakni mulai dari nilai akademik yang menyangkut nilai UH, UTS, UAS serta hafalan yang telah ditentukan. Serta tak tertinggal nilai nilai yang menyangkut akhlaq, kerapian, kesopanan dalam bertutur, serta prilaku para santri setiap harinya baik dalam jam belajar berlangsung ataupun di luar itu. Semuanya telah dipertimbangkan seadil-adilnya oleh para pengajar serta kepengurusan yang bersangkutan dalam rapat kelulusan Madrasah Aliyah Al Fithrah tersebut.

Berbagai ekspresi telah mereka tampakkan ketika para ustad undangan menyampaikan beberapa sambutan yang semestinya harus diperhatikan.

“Lulus ataupun tidak itu bukan lah jaminan kesuksesan masa depan kalian, namun ini hanyalah proses dan ini bukanlah akhir dari segalanya…”. Salah satu kutipan sambutan yang di sampaikan oleh Ustadz Khudori.

Seketika itu juga keadaan mulai menegangkan seolah telah memberi sinyal atau tanda bahwasanya sebagian diantara mereka telah mendapat takdir untuk tetap tinggal di Madrasah Aliyah dan mengulang nya lagi di tahun pelajaran baru esok. Rasa khawatir, gelisah, takut, penasaran, telah mereka wakilkan dengan menampakkan ekspresi yang beraneka ragam. Keadaan menjadi sangat tegang hingga yang terdengar hanyalah bisik-bisik do’a mereka pada sang Rahim serta sholawat yang mereka haturkan pada junjungan agar mendapat syafaat Nya. Namun semua itu seakan menjadi sia sia setelah mengingat event ini yang sama sekali tak menuntut mereka untuk berdo’a karena ya memang yang dibutuhkan saat ini hanyalah kepasrahan mereka dalam menerima takdir yang telah diberikan Nya.

Prosesi penyerahan ‘surat keterangan lulus’ tersebut di perankan oleh Ustad Khudori untuk pihak putra dan Ustad Sholeh untuk pihak putri. Dengan tertib para santri putrid berjajar setelah mendengar nama mereka yang telah terpanggil untuk mengambil surat keputusan tersebut , dengan sigap satu per satu dari mereka berjalan memasuki asrama putri karena sudah di beritahukan bahwasannya pembukaan surat keputusan kelulusan tersebut di harapkan untuk berada di asrama masing masing dikarenakan untuk menghindari sorak riuh para santri setelah mengetahui hasil yang telah mereka tunggu tunggu tersebut. Begitu juga dengan pihak putra yang berjalan teratur dengan tertib tanpa ada kericuhan sedikitpun. Acara tersebut berjalan dengan lancar dan sesuai apa yang diharapkan.

Alhasil tercatat dari 144 jumlah keseluruhan santri baik putra maupun putri Madrasah Aliyah Al Fithrah telah di sepakati bahwasannya terhitung 5 santri putra dan 2 santri putri yang masih dikatakan belum mampu melanjutkan ke jenjang berikutnya dalam arti lain bahwa jumlah total keseluruhan santri yang di nyatakan TIDAK LULUS menurut hasil kesepakatan pengajar kelas XII dan pengurus madrasah ialah 7 santri di tahun 2016 ini.

“Tapi setidak nya sudah ada peningkatan jika dibandingkan dengan tahun kemarin  yang terhitung 10 santri yang tidak lulus. Namun jika di bandingkan dengan tahun tahun selama saya menjabat ya siklus naik turun masih berlaku dalam hal kelulusan MA Al Fithrah ini…’’ tutur salah satu pihak yang berperan dalam kelulusan tersebut, Ustadz Jami’an.

Teringat oleh sambutan salah satu pengajar yang hadir dalam acara ini tadi yang hampir sedikit terlupa, dalam firman Allah telah beliau sebutkan yang kesimpulannya,

“Apa yang baik menurut kita belum tentu baik di hadapan Nya, begitu juga dengan sebaliknya…”.

Setidaknya pokok dari sambutan tersebut, mampu dijadikan sebagai pegangan serta sandaran oleh mereka yang belum bisa mewujudkan harapannya untuk lulus di tahun 2016 ini. Berbagai petuah petuah mengenai usaha, do’a serta tawakal telah beliau paparkan semua dalam sambutan di awal acara tadi guna membesarkan serta melapangkan hati mereka.

Selamat untuk para teman teman yang berhasil meraih kemenangan setelah lelah berjuang selama 3 tahun di aliyah ini. Namun ingat ini bukanlah akhir dari perjuangan kalian menatap terus masa depan cerah dan berjalan lalu berlari hingga meraihnya sesuai dengan apa yang kalian ingin, serta sesuai dengan apa yang Tuhan takdirkan untuk jalan kalian karena memang hanya Dia-lah Sang Penentu takdir.

Selamat juga, tak terlupa untuk teman teman pemilik hati lapang yang telah menerima apa yang telah tuhan rencanakan sekalipun tak sesuai angan kalian.

Terkadang harapan tak sesuai dengan kenyataan. Tetap optimis dan yakin bahwa Allah  telah merencanakan rahasia indah bagi kita semua. Karena hanya Allah  lah yang berhak mengatur skenario kehidupan kita. Tak usah ber kecil hati. Menyesal, bukan waktunya untuk menyesal. Manangis pun, bukan waktunya untuk menangis. Bangkit dan tetap menjalani koridor yang telah ditentukan sang penguasa takdir adalah salah satu sikap yang seharusnya kita praktekkan saat ini.

Semoga Tuhan menganugerahkan ilmu yang bermanfaat di dunia maupun di akhirat kelak, dan Hadrotus Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori – Allahu yarhamuhu – meridhoi apa yang telah didapat selama belajar di Madrasah Aliyah bagi seluruh santri Madrasa Aliyah Al Fithrah Khususnya, dan seluruh santri Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya pada uamumnya. AMIN.

 

(Aulia Evinda)*

*Penulis adalah santriwati kelas X Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ulya Al Fithrah Surabaya

Komentar Facebook

comments

LEAVE A REPLY