PUNCAK HARI SANTRI DI AL FITHRAH

0
161

Al Fithrah kembali menyelenggarakan Upacara dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2018. Tidak hanya di Al Fithrah, acara serupa juga diadakan hampir di setiap pondok pesantren di Indonesia. Pemilihan tanggal 22 Oktober bukan tanpa sebab, pada tanggal ini Hadrotusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari menyerukan resolusi jihad, untuk mempersatukan segenap bangsa dalam menghadapi tentara sekutu yang memboyong tantara Belanda ke Indonesia. Kedatangan mereka seakan menunjukkan ketidak relaan mereka melepas Indonesia sebagai negeri jajahannya.

Laporan setiap pemimpin barisan ke pemimpin upacara

Upacara ini adalah puncak peringatan hari santri di Al Fithrah, sebelumnya para santri mengikuti beberapa even lomba yang diadakan di tingkat lokal hingga internasional. Beberapa dari lomba yang diikuti itu berhasil dimenangkan oleh para santri Al Fithrah, diantaranya juara harapan satu lomba video lalaran alfiyah yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama Republik Indonesia, yang dimenangkan oleh  perwakilan dari PDF Ulya Al Fithrah (Syukron Naim – tim kreatif -, Syifaul Jinan – editor -, Bahjatul Imania,dkk – tim pembaca alfiyah -). Selanjutnya dalam Call Paper Muktamar Santri di Jogyakarta, dua santri dari Ma’had Aly Al Fithrah meloloskan karyannya hingga mempresentasikannya di depan segenap santri yang hadir dalam muktamar itu, yakni Nurus Shobah dan Fitriata Rohmatun. Muhammad Zakki, santri Ma’had Aly lain juga berhasil menjuarai lomba penulisan cerpen tingkat Jawa-Madura di PP Syaikhona Kholil, Bangkalan. Di tingkat lokal pesantren, Al Fithrah juga menyelanggarakan beberapa lomba, diantaranya, lomba pidato bahasa Arab, cerpen, puisi, baca kitab, mading, dan keaktifan kamar.

Para tamu undangan dari jajaran militer dan pemerintahan

Upacara hari ini juga dihadiri Kapolsek Kenjeran, Kapolsek Pabean, Kapolres Tanjung Perak, Dandim Surabaya Timur, dan juga beberapa pejabat kepolisian yang lain. Dimulai pukul tujuh pagi, diikuti oleh semua santri dari setiap tingkatan mulai tingkat Raudhatul Atfal hingga Ma’had Aly, juga STAI Al Fithrah.Ihsan selaku ketua Yayasan Al Khidmah Indonesia didaulat sebagai Inspektur Upacara. Upacara diawali Pembacaan ayat-ayat suci Al Qur’an. Selanjutnya prosesi pengibaran bendera sang merah putih yang dilaksanakan oleh santri dari tingkat PDF Wustho, PDF Ulya, dan Ma’had Aly.

Prngibaran bendera merah putih

Diantara yang membedakan uapacara peringatan hari santri di Al Fithrah dan di tempat lain lain Pembaca Malkhudzat yang ditulis langsung Pengasuh Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, KH. Ahmad Asrori al Ishaqy. Pada kesempatan ini dibaca langsung oleh Kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah H. Muhammad Musyafa’.

Pembacaan Malhudzat oleh Ust. H. Muhammad Musyafa’

Para santri juga terlihat sangat bersemangat ketika Menyanyikan lagu “ya Ahlal Wathon”, dan juga saat pembacaan ikrar santri yang dipandu oleh Ust Fathur Rozi.  Selain amanat yang disampaikan oleh H. Ihsan, Kapolres Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto, S.I.K., M. Si. dan Dandim Surabaya Timur, Letkol. Lukman Hakim juga diminta untuk memberikan Pesan Kesan.

Pembacaan amanat oleh H. Ihsan
Pesan kesan oleh Dandim Surabaya Timur, Letkol. Lukman Hakim
Pesan kesan oleh Kapolres Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto

Sebelum do’a dibacakan, diumumkan para pemenang mulai tingkat lokal hingga tingkat nasional yang diraih oleh santri Al Fithrah. Para tamu undangan diminta untuk membagikan piala dan juga sertifikat. Do’a yang dibaca oleh Ust. Syathori, menandakan acara sudah selesai.

Pemberian piala dan penghargaan bagi santri yang berprestasi
Pemberian piala dan penghargaan bagi santri yang berprestasi
Pemberian piala dan penghargaan bagi santri yang berprestasi
Pembacaan Do’a oleh Ust. Syathori

Selepas acara, di ruang auditorium Al Fithrah disediakan “makan talaman” untuk para tamu dan asatidz Al Fithrah. Prosesi jamuan ini ternyata menarik perhatian para tetamu. Sebelum menuju ke auditorium, beberapa tamu sempat menyapa anak santri yang ada di kamar, beberapa tidak hanya bercakap, dan juga mengambil foto bersama mereka.

22 Oktober akan datang lagi tahun depan, dan terus berulang, semoga peringatan-peringatan seperti ini tidak hanya sebagai gebyar sesaat. Dan seperti slogan yang menggema di hari santri tahun ini, “Bersama santri damailah negeri”, semoga keberadaan santri baik yang masih penempuh pendidikan di pesantren, atau yang sudah menjadi alumni, bisa membawa hawa kedamaian di bumi nusantara khususnya, dan di dunia pada umumnya. (Dzul-We-PAF)

Komentar Facebook

comments

BAGIKAN
Berita sebelumyaLOWONGAN BERKHIDMAH

LEAVE A REPLY