Sosialisasi dan Koordinasi Yayasan Al Khidmah Indonesia dan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah

0
70

Minggu tanggal 31 Maret 2018, Yayasan Al Khidmah Indonesia(YAKIN) mengadakan pertemuan dengan Yayasan Al Khidmah dan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah yang telah berdiri di beberapa daerah di Indonesia. Hadir dalam acara tersebut perwakilan pengurus yayasan dan pondok dari Al Fithrah Gresik, Al Fithrah Semarang, Al Fithrah Lamongan, Al FIthrah Indaramayu, Al Fithrah Batang, Al Fithrah Yogyakarta, Al Fithrah Balongpanggang Gresik, Al Fithrah Tuban, Al Fithrah Pakal Surabaya, PP. Bustanul Arifin Menganti dan PP. Miftahul Huda Ngroto.

Permuan ini dimulai pukul 8.00 WIB dengan pembacaan tawasul, sholawat fihubby dan do’a oleh Ust. H. Zainul Arif, dilanjutkan dengan sambutan ketua (YAKIN), H. Muhammad Ihsan, SH. Memasuki acara inti yang pertama yaitu pemaparan tentang prosedur dan mekanisme pendirian lembaga pendidikan dan pondok pesantren Assalafi Al Fithrah yang disampaikan oleh Ust. Pratama Surya Bagus Kusuma, M.Pd. Acara dilanjutkan dengan prosedur dan mekanisme pendirian cabang yayasan oleh H. M. Shofwan Hasan, M.A. Dua pemaparan ini sangat penting, mengingat di setiap Al Fithrah yang berdiri, tentunya akan ada lembaga pendidikan baru dan butuh adanya yayasan dalam keperluan birokrasi.

Ust. H. M. Musyafa, M.Th.I selaku kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya juga jadi pemateri visi, misi dan nilai-nilai pesantren. Materi selanjutnya tentang standard kurikulum selain Al Fithrah Surabaya yang disampaikan oleh Ust. H. Abd. Rosyid, M.Fil.I. Beliau berdua pernah menjadi kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, yang tentunya memiliki pengalaman lebih yang bisa dibagikan untuk diterapkan di Al Fithrah selain Surabaya.

Ada jeda beberapa menit untuk menunaikan sholat dhuhur dan istirahat sejenak untuk makan, sebelum selanjutnya acara dilanjutkan kembali dengan pemaparan mengenai pengabdian pada masyarakat yang disampaikan oleh Ust. Fathur Rozi, M.H, dan Ust. Fathul Harits, M.Th.I. Beliau berdua adalah alumni Al Fithrah Surabaya yang mengajar di Ma’had ‘Aly Al Fithrah – lembaga pendidikan tertinggi di Al Fithrah Surabaya. Pemaran ini bertujuan untuk memeberikan pandangan mengenai bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh santri Al Fithrah Surabaya, selanjutnya bisa dijadikan acuan di Al Fithrah Selain Surabaya.

Materi terakhir adalah Ekonomi Pesantren yang disampaikan oleh team. Di masa sekarang sebuah pesantren dalam perjalanannya harus disokong dengan ekonomi yang kuat, mengingat tujuan utama didirikannya pesantren adalah sebagai wadah belajar agama untuk segenap lapisan masyarakat. Tentunya jika beban kebutuhan pesantren hanya ditanggungkan ke santri, akan sangat memberatkan, sehingga perlu adanya sumber dana lain selain sumbangan dari masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Al Fithrah Surabaya sendiri dalam beberapa tahun terakhir, melakukan beberapa terobosan di bidang ekonomi ini, walaupun terobosan tersebut masih belum bisa menjawab tantangan besar pondok, yakni meminimalisir kenaikan syahriyah bulanan.

Pertemuan ini ditutup dengan laporan kegiatan selama 2017, yang sambung dengan tanya jawab. Berakhir pukul 17.00 WIB, acara berlangsung dengan khidmat, harapan besar dengan adanya pertemuan ini semakin memperkuat silaturrahmi antar Al Fithrah, dan juga mewujudkan cita-cita muassis Al Fithrah, Hadrotusy Syaikh KH. Achmad Asrori al Ishaqy ra, bahwa Al Fithrah akan unggul dalam pengetahuan Agama, dan tidak ketinggalan dalam bidang non Agama.

Komentar Facebook

comments

LEAVE A REPLY